Jumat, 08 September 2017

Mendidik dengan Tutur Kata yang Santun


Pendidikan anak dimulai dari memilih pasangan. Ketika menginginkan  anak yang pinter, usahakan cari pasangan yang pinter. Ketika menginginkan anak yang tampan, usahakan memilih pasangan yang tampan, juga ketika menginginkan anak yang suka berorganisasi, maka usahakan memilih pasangan yang suka berorganisasi. Karena berorganisasi merupakan pengamalan dari Q.S Ali Imron: 104.

Agama sebagai wahyu Allah subhanahu wa ta’ala harus diyakini sebagai kabar kebenaran yang mutlak sebatas pemahaman manusia, yang menjadi komitmen manusia untuk mencari kebenaran yang mutlak. Namun kemutlakannya tergantung pemahaman setiap manusia. Tidak bisa dipaksakan, jika seorang penjual arang mengatakan kayu harus dibakar, sedangkan yang lain mengatakan pembakaran kayu menyebabkan polusi, maka tidak akan mendapatkan kebenaran yang mutlak. Sudut pandang kebenaran mutlak tergantung sisi mana manusia memandang sesuai dengan kapasitas ilmu, latar belakang kompetensi dan pengalaman yang dimiliki untuk memunculkan ketauhidan dalam diri anak adalah dari orangtuanya.
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka”. Salah satu cara untuk menghindarkan diri dan keluarga dari siksa api neraka adalah melalui pendidikan. Kaum perempuan adalah pihak yang paling sabar dalam mendidik anak. Perempuan-perempuan tidak malu untuk membawa janin kemanapun. Justru menjadi sebuah kebanggaan saat perempuan bisa hamil karena diberikan amanah dan kepercayaan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk meneruskan generasi yang InsyaAllah lebih baik dari saat ini, melalui pendidikan akal, jasmani dan rohani.

Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Kaliamat pertama yang keluar dari bibir ibu harusnya kalimat tauhid, ucapan-ucapan yang baik harus diinspirasikan, dibiasakan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Ucapan-ucapan yang baik menjadi tugas bersama keluarga untuk membentuk generasi yang unggul dan berkarakter. Dimulai dari pembacaan kalimat “bismillahirrohmanirrohim” dalam setiap aktivitas untuk mengajarkan kepada anak bahwa setiap aktivitas kita bergantung pada kuasa Allah subhanahu wa ta’ala. Dapat juga mengajarkan anak melalui lagu-lagu yang ada doanya.
Tangan kanan masuk baca bismillah
Tangan kiri masuk baca bismillah
Semua sudah masuk alhamdulillah
Lagu-lagu seperti itu membuat anak merasa ingin tahu makna dari kalimat yang diucapkan. kenapa harus mengucapkan bismillah, Alhamdulillah, subhanallah, dan lain-lain.


Ringkasan K3NA bab Parenting, Pembicara Ibunda Hanik (Ketua PD Aisyiyah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar