LEPTOSPIROSIS
Leptospirosis adalah penyakit yang dialami manusia dan hewan , yang disebabkan oleh kuman Leptospira.Kuman ini ditemikan dalam air seni dan sel-sel hewan yang terkena.
Angka kematian akibat leptospirosis ini tergolong cukup tinggi.Di indonesia mencapai 16,45%, bahkan untuk usia diatas 50 tahun mencapai 56%.
Binatang Apa Saja Yang Umumnya Terkena?
Berbagai binatang menyusui bisa mengidap kuman Leptospira, yang paling sering adalah jenis tikus, anjing, binatang kandang seperti kambing dan sapi, babi, kuda, kucing dan domba.
Binatang yang terkena mungkin sama sekali tidak memiliki gejala atau tampak sehat wal afiat.
Apa Saja Gejala Penyakit Leptospirosis?
Gejala dini Leptospirosis umumnya adalah demam, sakit kepala berat, nyeri otot, gerah, muntah dan mata merah. Aneka gejala ini bisa menyerupai gejala penyakit lain seperti flu, sehingga menyulitkan penegakan diagnosis. Bahkan ada penderita yang tidak mengalami semua gejala tersebut.
Ada penderita Leptospirosis yang lebih lanjut yang mengalami penyakit yang parah, termasuk yang disebut dengan “Penyakit Weil”, yaitu kegagalan ginjal, sakit kuning (menguningnya kulit yang menandakan penyakit hati) dan pendarahan pada kulit dan selaput lendir.
Pembengkakan selaput otak atau meningitis dan pendarahan di paru-paru pun terjadi. Kebanyakan penderita yang sakit parah memerlukan rawat inap. Leptospirosis yang parah terkadang dapat merenggut nyawa.
Apa Dampak Jangka Panjangnya?
Penyembuhan penyakit Leptospirosis ini bisa lambat. Ada yang mengalami sakit mirip kelelahan menahun selama berbulan-bulan. Ada pula yang terus mengalami sakit kepala atau perasaan tertekan. Ada kalanya kuman ini bisa terus berada di dalam mata dan menyebabkan bengkak mata menahun.
Bagaimana Cara Tersebarnya Kuman?
Kuman Leptospira biasanya memasuki tubuh lewat luka atau lecet kulit. Kadang-kadang pula melalui selaput di dalam mulut, hidung dan mata. Berbagai jenis binatang bisa mengidap kuman Leptospira di dalam ginjalnya.
Penularannya bisa terjadi setelah tersentuh oleh air kencing hewan itu atau tubuhnya. Tanah, lumpur atau air yang di cemari air kencing hewan pun dapat menjadi sumber infeksi. Makan-makanan atau minum air yang tercemar dapat juga menjadi perantaraan penularan penyakit.
Siapa Yang Menghadapi Resiko Tertular?
Manusia yang mempunyai resiko adalah mereka yang sering menyentuh binatang, atau air, lumpur, tanah, dan tanaman yang telah di cemari air kencing binatang.
Beberapa pekerjaan memang lebih berisiko misalnya pekerjaan petani, dokter hewan, karyawan penjagalan, serta petani tebu dan pisang.
Aneka hobi yang bersentuhan dengan air atau tanah yang tercemar pun bisa menularkan Leptostirosis misalnya; berkemah, berkebun, berkelana di hutan, nberakit di air, arung jeram dan olah raga air lainnya.